Dua Doktor Spesialis Luka Lulusan Jepang yang Fokus Pada Masalah Diabetes di Kalbar

Diabetes termasuk ke dalam masalah kesehatan dengan jumlah kasus terbanyak di seluruh dunia. Studi menjelaskan bahwa pada tahun 2019 secara global terdapat sekitar 463 juta orang dewasa usia 20-79 tahun hidup dengan diabetes. Sama halnya dengan kondisi global, prevalensi diabetes di Indonesia juga termasuk tinggi. Indonesia menempati peringkat ke 7 dunia dengan kasus sebanyak 10 juta orang dewasa pada tahun 2015. Prevalensi kasus diabetes diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 700 juta kasus di tahun 2045.

Kasus diabetes yang dijumpai di masyarakat seringkali dibarengi dengan komplikasi kronis salah satunya luka gangren. Mereka sangat mudah menderita luka disertai infeksi karena faktor defisiensi imunitas dan sirkulasi darah. Untuk bisa mencapai derajat kesembuhan yang optimal, pasien diabetes dengan luka kronis butuh ditangani oleh praktisi kesehatan yang ahli dan berpengalaman.  

Kalimantan Barat sebagai salah satu kota di Indonesia dengan kasus diabetes mencapai 28.343  jiwa pada tahun 2018 saat ini telah memiliki 2 orang Doktor spesialis di bidang perawatan luka. Mereka adalah Dr. Adam Astrada, MHS., CNS lulusan University of Tokyo, Jepang dan Dr. Suriadi, MSN., AWCS lulusan University of Kanazawa, Jepang. Keduanya telah berpengalaman menangani berbagai kasus luka di Kalimantan Barat, terutama luka gangren sebagai perpanjangan dari komplikasi diabetes. Adapun sekilas deskripsi singkat tentang background keduanya : 

Dr. Adam Astrada, MHS., CNS 

Beliau menamatkan pendidikan Doktor dari University of Tokyo. Fokus riset yang didalami oleh Dr. Adam adalah teknologi pencegahan infeksi luka terutama pada masalah biofilm dan pemanfaatan teknologi ultrasound dalam perawatan luka. Informasi hasil riset yang telah dipublikasi dapat dilihat di sini. Lulus dari University of Tokyo, beliau melaksanakan aktivitas praktik perawatan luka di Klinik Spesialis Perawatan Luka Kitamura Jln. Pancasila. Saat ini beliau juga sudah melebarkan karir dengan menjadi spesialis luka di Klinik Utama Aisyiyah Pontianak. Selain berprofesi sebagai klinisi, Dr. Adam juga mengaplikasikan ilmu di bidang pendidikan dengan menjadi dosen di Politeknik Aisyiyah Pontianak dan konsultan riset di Perawatborneo.com. 

Dr. Adam melakukan analisis luka menggunakan teknologi ultrasound bersama salah satu professor dari Jepang | Sumber : Klinik Kitamura

Dr. Suriadi, MSN., AWCS 

Beliau menamatkan pendidikan Doktor dari University of Kanazawa. Fokus riset yang didalami oleh Dr. Suriadi adalah manajemen perawatan luka. Informasi hasil riset yang telah dipublikasi dapat dilihat di sini. Lulus dari University of Kanazawa, beliau juga memulai karir sebagai klinisi di Klinik Spesialis Perawatan Luka Kitamura Jln. Penjara. Selain itu, Dr. Suriadi juga berprofesi sebagai dosen keperawatan di STIK Muhammadiyah Pontianak dan Prodi Keperawatan di Universitas Tanjungpura. 

Dr. Suriadi | Sumber : Klinik Kitamura

Demikian informasi ini semoga bermanfaat. Bagi Bapak Ibu yang ingin berkonsultasi dan membutuhkan layanan perawatan luka bersama spesialis di atas, dapat menghubungi kami melalui kontak di bawah ini atau klik di sini

Daftar Pustaka 

  1. (IDF) IDF. IDF Diabetes Atlas Update [Internet]. 2015. Available from: https://www.oedg.at/pdf/1606_IDF_Atlas_2015_UK.pdf
  2. Saeedi P, Petersohn I, Salpea P, Malanda B, Karuranga S, Unwin N, et al. Global and regional diabetes prevalence estimates for 2019 and projections for 2030 and 2045: Results from the International Diabetes Federation Diabetes Atlas, 9th edition. Diabetes Res Clin Pract [Internet]. 2019 Nov 1;157. Available from: https://doi.org/10.1016/j.diabres.2019.107843
  3. Sheleme T, Mamo G, Melaku T, Sahilu T. Prevalence, patterns and predictors of chronic complications of diabetes mellitus at a large referral hospital in Ethiopia: A prospective observational study. Diabetes, Metab Syndr Obes Targets Ther. 2020;13:4909–18. 

Post a Comment

0 Comments