Presentasi Perawatan Pasien Diabetic Foot Ulcer dengan Neuropathy

Pontianak - Berikut adalah presentasi kasus Diabetic Foot Ulcer (DFU) dengan neuropati : 

  1. Nama Pasien : Tn. F 
  2. Usia : 53 Tahun 
  3. Riwayat Penyakit : Diabetes 
  4. Kadar GDS : 430 mg/dL 
  5. Pasien mengeluh demam 
  6. Riwayat Pengobatan : Terapi Obat Jantung dan Diabetes 
  7. Pengkajian Kaki : Edema (+), Ulkus pada bagian plantar mencapai muskulus, pada bagian luka terdapat eritema dan kalus 
  8. Pemeriksaan Lab 28 - 07 - 2021 : WBC 17,9 x 10 ul (infeksi tinggi), Hb 11,5 g/dL, HCT 34,45 %, Ureum 73 mg/dlL (tinggi), Kreatinin 1,66 mg/dL (tinggi). 
  9. Keluarga mengatakan pasien hobi mengkonsumsi daging, gorengan dan es saat masih sehat 
  10. Keluarga mengatakan mencoba melakukan perawatan luka sendiri menggunakan bubuk kratom lantaran disarankan oleh tetangga
Berdasarkan kasus di atas, maka Perawatborneo melakukan tindakan perawatan luka dengan berkolaborasi bersama dokter untuk pemberian antibiotik. Adapun terapi obat yang kemudian diberikan : Injeksi Metrodinazole 500 mg ( per 8 jam) , Injeksi Ceftriaxone 1 g per 12 jam) selama 3 hari. Perawatan luka dilakukan dengan konsep menggunakan balutan luka modern Non adhesive + antibakteri dan menyerap eksudat. Hasil perawatan dijelaskan dalam gambar di bawah ini : 

Kondisi luka pada perawatan minggu pertama

Pada perawatan minggu pertama,kami membersihkan jaringan mati serta nanah yang terdapat dalam luka. Kontrol infeksi pada luka juga dilakukan secara ketat termasuk nutrisi pasien. Dalam hal ini pasien kami edukasi untuk diet putih telur minimal 6 butir per hari agar memaksimalkan pertumbuhan jaringan baru yang sehat. 

Kondisi luka pada perawatan minggu ketiga

Pada minggu ketiga, status infeksi sistemik pada tubuh pasien sudah terkendali. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil WBC berada pada nilai 11.000 uL. Pada luka juga sudah tampak jaringan granul yang sehat. Fokus perawatan kami mempertahankan kondisi luka tetap moist dan mengendalikan infeksi serta membantu luka menuju fase proliferasi (pertumbuhan kulit baru). 

Kondisi Luka pada Perawatan Minggu Keempat

Pada minggu ke empat, proliferasi jaringan sudah hampir menutupi jaringan granul. Kondisi infeksi terkendali. Pada tahap ini, pasien kemudian meminta agar melanjutkan perawatan mandiri lantaran keterbatasan biaya perawatan. Selain itu pasien juga memiliki anak dengan lulusan SMK Kesehatan. 

Demikian laporan kasus perawatan luka DFU dengan Neuropati. 
Jika ada keluarga atau kerabat Anda yang membutuhkan layanan homecare perawatan luka di Pontianak, segera hubungi kami. Tidak diperkenankan untuk melakukan perawatan mandiri jika Bapak/Ibu bukan berlatar belakang orang kesehatan karena dikhawatirkan luka akan semakin parah jika tidak ditangani dengan tepat. 

Post a Comment

0 Comments